ORGANISASI DAN SISTEM PERTANDINGAN PENCAK SILAT

 1. Organisasi

Organisasi secara umum, mempunyai arti kelompok arti kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Disamping adanya tujuan organisasi katakan terbentuk apabila telah dipenuhi syarat-syarat adanya hubungan dan kemauan serta kesediaan anggota-anggotanya untuk bekerja sama. Agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, organisasi harus efektifitas dan efisien. Organisasi bisa berbentuk formal dan informal. Timbulnya organisasi bisa spontan, atau karena perpecahahan, penggabungan diri dari pada orang-orang yang telah ada.

Dalam keolahragaan kita kenal dua bentuk organisasi yaitu organisasi tetap dan organisasi sementara. Organisasi tetap artinya berlangsung cukup lama dan akan bubar bila :

  1. ·       Membubarkan diri karena sesuatu alasan
  2. ·       Dibubarkan oleh yang berwewenang karena alasan tertentu
  3. ·       Masa jabatan dari pimpinan habis.

Untuk menyelenggarakan suatu organisasi pertandingan, pada prinsipnya dapat tetdiri dari unsur kepanitiaan, peralatan, dan atau fasilitas pembiayaan dan sebagiannya biasanya dalam penyelenggaraan pertandingan dibentuk panitia sedang besar kecilnya tergantung atas kebutuhan besar kecilnya tingkat peserta, dartah wilayah Nasional dan Internasional.

Panitia dapat dibagi menjadi :

  1. ·       Organizing Committee (O.C), ialah panitia inti, panitia penyrlenggara
  2. ·       Executive Committee (E.C), ialah panitia pelaksana.

Susunan panitia dilengkapi antara lain pelindung, penasehat yang biasanya diminta dari pejabat-pejabat setengah.

Organizing Committee tetdiri dati :

  • ·       Ketua umum
  • ·       Ketua I
  • ·       Ketua  II
  • ·       Sekretaris umum
  • ·       Sekretaris I
  • ·       Sekretaris II
  • ·       Bendahara I
  • ·       Bendahara II.

Executive Committee, atau panitia pelaksana, biasanya dibagi menjadi beberapa seksi-seksi. Contoh pembagian seksi-seksi dalam penyelenggaraan pertandingan antara lain terdiri atas :

  • ·       Seksi pertandingan
  • ·       Seksi angkutan
  • ·       Seksi akomodasi  dan konsumsi
  • ·       Seksi keamanan
  • ·       Seksi publikasi
  • ·       Seksi pembukaan dan penutupan (opening and clossing ceremony).
2. Sistem Pertandingan

Untuk mencapai tujuan dan memuaskan semuq peserta diperlukan sistwm pertandingan tertentu. Kita mengenal dua bentuk pokok dati pada sistem pertandingan, yang keduanya sangat tergantung akan faktor-faktor,waktu yang diperlukan, fasilitas lapangan dan alat-alat yang tersedia, petugas-petugas yang diperlukan, anggaran yang tetsedia, jumlah peserta dan lain-lain.

Dua bentuk pokok sistem tetsebut adalah :

  1. ·       Sistem gugur
  2. ·       Sistem kompetisi

a.      Sistem gugur

Sistem gugur pokok, dikenal dua cara pelaksana, masing-masing adalah sistem gugur sati kali dan sistem gugur dua kali. Sistem gugyr satu kali, setiap peserta yang kalah satu kali tidak lagi mempunyai hak untuk mengikuti pertandingan babak berikutnya. Sehingga dalam pertandingan tidak hanya ada dua peserta yang bertanding. Untuk menyusun bagan kita harus mengikuti ketentuan, angka-angka pasti kelipatan dua sehinnga angka itu akan terdiri dari : 2 ; 4 ; 8 ; 16 ; 32 dan seterusnya. Bila secara kebetulan jumlah peserta menyimpang dri ketentuan angka-angka tersebut, untuk memenuhi angka-angka tersebut dapat dilaksanakan dengan dua cara dengan Bye atau babak pendahuluan. Pedomn untuk memakai Bye atau babak pendahuluan dalam pelaksanaannya, maka dipakailah cara babak pendahuluan. Misalnya jumlah peserta ada 17 peserta maku untuk memenuhi bagan 16, anhka 17 lebih dekat dari pada keangka pokok.

Sedangkan apabila jumlah angka peserta lebih dekat dengan angka diatasnya lebih baik dipakai cara Bye. Misalnya jumlah peserta 11, angka 11 akan lebih dekat ke 8 dari pada ke angka 16. Sistem gugus dua kali, pemain yang baru kalah satu kali msih berhak mengikuti pertandingan dengan pemain-pemain lain yang kalah pada babak pertama. Untuk penyelenggaraan pertandingan pencak silat olahraga sistem ini tidak dipergunakan atau jarang sekali digunakan.

b.     Sistem kompetisi

Sistem kompetisi adalah sistem yang dipandang lebih adil dan hasil pertandingan dapat menggambarkancurutan-urutan juara secara mendekati kenyataan.  Karena setiap peserta telah bertanding satu dengan yang lainnya. Baik sekali maupun dua kali.

Sistem kompetisi dikenal dua macam :

  1. ·       Sistem setengah kompetisi (single round robin)
  2. ·       Sistem kompetisi penuh (double round robin)

Sistem setengah kompetisi pada prinsipnya dalam pertandingan ini setiap peserta akan bertanding satu kali dengan seluruh lawan-lawannya. Adapun jumlah pertandingan dapat diketahui dengan rumus N (N-1/2) kali.

Misalnya N = 6

Jumlah pertandingan = 6 (6-1/2) =  15 kali.


Kepanitiaan Penyelenggarn Pertandingan Pencak Silat

  • ketua pertandingan
  • sekretaris pertandingan dan pembantunya
  • pengamat waktu dan pembantunya
  • pemberi isyarat
  • pengatur babak
  • bagian gelanggang
  • tim dokter dan tenaga kesehatan
  • dewan wasit-juri
  • dewan hakim

UNSUR- UNSUR YANG DINILAI :

Untuk permainan tunggal, berpasangan dan massal.

a) Biraga, meliputi :

  • ·       Kerapian dan kaidah teknik
  • ·       Kesempurnaan teknik dan ketepatan
  • ·       Pengisian ruang/pola langkah
  • ·       Keseragaman dalam gerakan (khusus untuk massal)
  • ·       Stamina (daya tahan)

b) Birama, meliputi :

  • ·       Ketepatan gerak dan irama
  • ·       Variasi dalam irama
  • ·       Keserasian telabuhan
  • ·       Keseragaman gerak bersama dan irama (khusus massal)

c) Birasa, meliputi :

  • ·       Penjiwaan/keserasian
  • ·       Kesungguhan ekspresi
  • ·       Adat, sopan santun, mental
  • ·       Perlengkapan

Khusus untuk aatraksi

  • o   Materi gerak
  • o   Tema/ungkapan cerita
  • o   Keserasian ilustrasi musik.

Susunan pelaksana Lomba dan sarana

  • Lomba dipimpin oleh ketua perlombaan, dibantu oleh sekretaris dan pengamat waktu
  • Para juri yang terdiri dari tokoh-tokoh yang dianggap mampu melakukan penilaian,  bertugas menilai permainan, terdiri dari 5 orang
  • Dewan juri, bertugas mengevakuasi hsil penilaian juri dan menentukan kemenangan
  • Dewan pendekar, yang terdiri dari para tokoh / sesepuh, bertugas untuk membantu kelancaran dan keamanan perlombaan
  • Tempat perlombaan adalah lantai dan panggung berukuran 7 X 7 meter
  • Tanda waktu dengan pukulan gong, dan waktu berhenti dengan pukulan gong pula

Keputusan pemenang

  •  Keputusan pemenang ditentukan oleh dewan juri atas hasil penilaian para juri
  • Jika tetjadi jumlah nilai yang sama pemenang ditentukan berdasarkan hasil nilai kompenen/unsur penilaian
  • Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MACAM-MACAM TANGKISAN DALAM PENCAK SILAT